Padahal mereka sudah mengerti kamu, padahal mereka sudah mendengarkan ceritamu dengan sangat antusias, padahal mereka cuma ingin didengarkan juga.
Tidak peduli seberapa bedanya kamu dan mereka.
Belajarlah untuk tidak egois.
People always remember how you forget them, how you ignore them, how you just can't understand them.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Entah salah makan atau apa, rasanya beberapa hari ini mood aku udah hancur pas pagi hari. Adaaaa aja sesuatu yang bisa mancing aku buat mar...
-
Yeay! Alhamdulillah, e-mail dari Washington DC kemaren buat bahagia. Tapi ini baru awal, karena sebelum benar-benar memulai petualang...
-
Rindu Bawa aku kembali ke masa itu Dimana perjumpaan tidak mengutamakan update -an Dimana kami saling memandangi wajah satu sama lain B...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar