Bisa jadi, orang lain menganggap itu tidak penting
Apalah guna membaca tulisan panjang-panjang begitu
Terlebih, siapa rupanya yang menulis?
Bisa jadi, ada yang membaca itu kata demi kata.
Mencernanya kalimat demi kalimat.
Karena, tidak semudah itu membahasakan pikiran.
Tidak seremeh itu mengalimatkan perasaan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Entah salah makan atau apa, rasanya beberapa hari ini mood aku udah hancur pas pagi hari. Adaaaa aja sesuatu yang bisa mancing aku buat mar...
-
Yeay! Alhamdulillah, e-mail dari Washington DC kemaren buat bahagia. Tapi ini baru awal, karena sebelum benar-benar memulai petualang...
-
Rindu Bawa aku kembali ke masa itu Dimana perjumpaan tidak mengutamakan update -an Dimana kami saling memandangi wajah satu sama lain B...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar