Aku tersadar di hari itu. Hari ketika aku menerima hasil belajar ku selama satu semester. Awalnya aku tidak berharap banyak. Aku sadar bagaimana cara belajar ku di semester ini; terlalu banyak bermain-main, sering bolos les, dan lebih mementingkan ekskul. Karena nya aku tidak berharap banyak, bisa masuk 10 besar saja aku sudah sangat bersyukur.
Tapi ternyata, semua diluar dugaanku, diluar perkiraanku. Aku mendapat peringkat yang sama sekali tidak pernah kupikirkan aku akan berada di sana sebelumnya. Alhamdulillahirabbil 'alamiin. Tak henti aku mengucap syukur. Sepanjang jalan pulang aku merenung..
Ya Rabb...
Kau begitu Maha Pemurah. Kau memberi ku Rahmat yang sebaik ini, padahal aku belum begitu baik sebagai Hamba-Mu..
Aku, aku sebagai Hamba-Mu yang sering lupa bersyukur, yang sering melalaikan Mu.
Aku, aku sebagai Hamba-Mu yang masih sering menomor dua kan-Mu dibanding urusan lainnya.
Aku terlalu sering puas akan semua yang telah kulakukan.
Padahal semua itu tak ada apa-apanya.
Ya Rabb.. Pantaskah aku menerima rezki yang teramat baik dari-Mu ini?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
So I had a shift today in lovely AMCOR. Pas lagi nyusun-nyusun buku, ada yang nanya tentang program-program AMCOR yang emang tertulis di pa...
-
Harapan yang kau sudah menyerah terhadapnya, beri saja kepadaku. Akan kusimpan. Jika kelak kita ditakdirkan bersama, mau kan kau memperj...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar