"Aku kayak anak-anak gak sih kalau masih menghindari dia? Dan nge-unfollow semua sosial media dia?"
"Enggak. Aku juga kadang gak setuju sama orang-orang yang bilang kita pendendam kalau gak mau ketemu sama orang yang pernah nyakitin kita. Padahal, bisa aja apa yang udah diperbuat orang itu emang cukup traumatis dan berhubungan lagi sama mereka cuma akan bikin luka kita makin perih.
Lagi pula, kemampuan orang untuk berdamai dengan keadaan itu beda-beda. Mungkin damai di kita adalah menerima apa yang udah terjadi, bukan bersikap seolah gak terjadi apa-apa sama orang tersebut.
Kita berhak menentukan apa yang terbaik untuk ketenangan diri kita."
Langganan:
Postingan (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
"Sendiri menatap langit malam, aku melihat bintang berekor. Meskipun dia hanya muncul lalu menghilang dalam sekejap. Saat aku memikirka...
-
selamat kurang tahun. hati-hati, jatahmu udah berkurang satu. semoga dosa gak kian nambah. banyak-banyak bersyukur sudah sampai seperti ...
-
"Mau ambil jurusan apa nanti, Fan?" Pertanyaan sederhana tapi kadang-kadang aku bingung mau jawab apa.. Kalo untuk SMA ini, aku ...