Hah, penat, pusing, capek, mumet, bosen! Semua diaduk-aduk jadi satu hal yang bikin aku bete.
Tugas menumpuk. Tapi ya itu resiko, cuma salah satu-ntah syair, ntah puisi, yang aku baca dari buku Negeri 5 Menara yang buat aku sedikit bersemangat : Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah berjuang!
Tdi lagi, ada pelajaran bahasa indonesia, pelajaran yang biasanya aku suka, sekarang jadi pelajaran yang paling bikin aku dongkol! Gimana enggak, tugas-tugas bahasa indonesia itu beratnya ngalah-ngalahin soal olimpiade buatan Bapak Yohanes Surya (eyaaak), ini serius.. Gimana gak gondok, masak disuruh buat karya ilmiah, yang bagian latar belakangnya aja haru minimal 3 lembar dan tau apa yang lebih parah?? Semuanya tulis tangan! Bayangkan teman-teman, bayangkaaaaaaan! Udah gitu, aku pake buku big boss lagi, buku yang panjang itu loh, cemana gak mampus aku nulisnya. errrrh.
Bikin suntuk kan? Bangeeeet!!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Pernahkah kalian melihat suatu tempat yang saaaaangaaaaaaaat indah, dan kalian ingin pergi kesana? Aku punya beberapa tempat yang sangat in...
-
Kunantikan Kau Dibatas Waktu (Oleh: Winni Septi Fanny Yasrin) Kalau memang kau pilihkan aku Tunggu sampai aku datang Nanti kubawa kau per...
-
Aku tersadar di hari itu. Hari ketika aku menerima hasil belajar ku selama satu semester. Awalnya aku tidak berharap banyak. Aku sadar bagai...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar