Aku hanya ingin sesering mungkin berterima kasih, mengucap syukur, pada dzat Maha Sempurna yang hingga kini, hingga detik ini, tak pernah lupa memberiku Rahmat Nya. Bahkan ketika aku lupa bersyukur.
Untuk mata yang masih bisa memandang.
Untuk telinga yang masih bisa mendengar.
Untuk kaki yang masih sanggup berjalan.
Untuk tangan yang masih bisa menyentuh.
Untuk paru-paru yang masih bisa ber-respirasi.
Untuk jantung yang masih berdetak.
Untuk...
Untuk...
Untuk...
dan masih ratusan, ribuan, ah tak terhingga untuk...
Untuk semua yang masih disini, masih bersamaku.
Untuk semua yang sudah pergi, sudah meninggalkanku.
Aku hanya ingin tak pernah lupa bersyukur, tak ingin lupa.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Kalo ditanya apa yang biasanya bikin aku nervous dan stressed out disini, jawabannya adalah order makanan dan making a phone call to any ca...
-
Memang sudah hobiku sepertinya untuk menunda-nunda pekerjaan sampai ke deadlinenya. Padahal aku punya waktu sebulan lebih untuk menulis...
-
Yeay! Alhamdulillah, e-mail dari Washington DC kemaren buat bahagia. Tapi ini baru awal, karena sebelum benar-benar memulai petualang...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar