Tentang Hujan..

Tentang hujan, dan sebuah perasaan

Hujan selalu bisa mencampakkan pikiranku ke masa lalu
Hujan selalu bisa membawa anganku terbang menjauh
Mendekatimu

Hujan membawa semua asaku
Menebus batas yang tak pernah terpikirkan
Hujan membawa semua mimpiku
Mengalirkannya di dinding-dinding harapan

Hujan menghampiriku dengan satu rindu
Menyapa lembut pipiku dengan anginnya
Hujan menentramkan jiwaku dengan gemuruhnya
Hujan menyejukkan hatiku dengan dingin airnya

Hujan membuatku merasa
Tentang rindu yang tak pernah sampai
Tentang sayang yang terhalang waktu
Tentang cinta yang terbelenggu malu

Sajak tentang hujan
Yang menyejukkanku
Yang menemaniku
Yang meyakinkanku
Menyusuri jejak kenangan itu


*WSF 

Aku dan Lupita

Aku punya kawan, namanya Lupita. Lucu? Iya, itu namanya emang agak gimana gitu di Indonesia, itu nama-nama pemain telenovela. Lupita ini orang nya tiada suasana tanpa kekehan. --__-- Jadi malam ini, kami lagi bosan a.k.a gak ada kerjaan. Jadi lah kami chat di YM.
L    : Taon baru kemana kau win?
W  : Aku udah nyusun rencana brilian buat taun baru! Wkwkwkwk.
L   : Apa apa?
W : Disaat semua orang keluar rumah, dan meramai kan kota, aku akan membuat sebuah kegiatan yang akan menjadikan malam pergantian tahun menjadi tak terlupakan..Mau tau apa???  : T I D U R Zzzzzz
L  : Yak amplop metong (mati) kali aku liat kau. Udah siap kau nonton Dream High?
W : Udah dong, akhirnya Hye Mi sama Sam Dong kan, bukan Jin Gook. Agak kecewa sih, tapi aku sadar,  mungkin aku lah yang akan bersama Jin Gook kelak.
L   : Ish sumpah metong kali liat kau malam ini!!

 HUAKAKAKAKAKAKAKAKAKA =))

Anak Kecil....

Siang ini, aku berkumpul sama sepupu-sepupu ku. Aku yang paling tua disini, yang lain masih SD.
Pas lagi makan siang, aku gak makan, mereka aja yang makan. Aku duduk sama mereka, sambil ngelihatin mereka. Tiba-tiba Mama datang..
M : Kak, gak makan?
A  : Enggak ma, masih kenyang.
O  : Bude, kak fany lagi mikirin cowoknya itu.
A  : *kaget* *mata terbelalak* *mulut ternganga* (lebay)
Tau gak , si O itu sepupu aku, masih SD loh (aku gak tau pasti kelas berapa, kalo gak salah kelas 4) dan udah ngerti yang begituan. Emang tampang ku ini tampang orang-orang galau apa hah? -..-

H O L I D A Y

Nothing special in this holiday. Hah..
Aku udah siapin dvd banyak-banyak (mayoritas sih Conan). Terus pinjemin novel teman-teman (gak modddal), download video sama film pendek, pokoknya semua berhubungan sama monitor! Gimana gak makin rusak ini mata ku. Aigoo. Selama liburan ini aku juga banyak "gak enak hati" nya. Ngerti gak maksudku? Enggak? Oh yaudah. =_= Aku lagi asyik nonton Dream High ini. ^_^ Udah di episode 10 (saat aku nulis postingan ini), aku suka alur ceritanya. Entah udah berapa kali aku dibuatnya nangis. Hye Mi. Ya, aku paling suka tokoh Hye Mi. Terlepas dari kesan sombong dan angkuhnya di awal cerita. Aku suka pembawaan sama sikap dia. T O P ! Aku suka Jin Gook, keren (tapi masih kalah sama kerennya Papa ku). Hye Mi dan Jin Gook cocok. Andai aku Hye Mi dan Jin Gook nyaaaaa...... ah mulai ngayal! Mungkin aku akan buat beberapa postingan tentang Dream High, nanti ya kalo aku udah siap nonton okheee ;)

Ampuni Hamba Yang Jarang Bersyukur Ini Yaa Rabb...

Aku tersadar di hari itu. Hari ketika aku menerima hasil belajar ku selama satu semester. Awalnya aku tidak berharap banyak. Aku sadar bagaimana cara belajar ku di semester ini; terlalu banyak bermain-main, sering bolos les, dan lebih mementingkan ekskul. Karena nya aku tidak berharap banyak, bisa masuk 10 besar saja aku sudah sangat bersyukur.
Tapi ternyata, semua diluar dugaanku, diluar perkiraanku. Aku mendapat peringkat yang sama sekali tidak pernah kupikirkan aku akan berada di sana sebelumnya. Alhamdulillahirabbil 'alamiin. Tak henti aku mengucap syukur. Sepanjang jalan pulang aku merenung..
Ya Rabb...
Kau begitu Maha Pemurah. Kau memberi ku Rahmat yang sebaik ini, padahal aku belum begitu baik sebagai Hamba-Mu..
Aku, aku sebagai Hamba-Mu yang sering lupa bersyukur, yang sering melalaikan Mu.
Aku, aku sebagai Hamba-Mu yang masih sering menomor dua kan-Mu dibanding urusan lainnya.
Aku terlalu sering puas akan semua yang telah kulakukan.
Padahal semua itu tak ada apa-apanya.
Ya Rabb.. Pantaskah aku menerima rezki yang teramat baik dari-Mu ini?

T I R E D

Terlalu capek.
Itu yang kurasakan saat ini. Dari mulai awal ujian semester, aku yang agak sedikit gelagapan di ujian ini, harus bangun pagi-pagi buta untuk mengulang pelajaran. Padahal itu sudah jadi kebiasaan ku.Tapi untuk semester ini, ku akui cukup melelahkan. Tapi aku masih bisa bertahan untuk 9 hari ujian semester itu (read : tanpa demam). Hari terakhir ujian, kebanyakan orang seneng, lega, terharu, segala macam bentuk relife deh! Tapi enggak buat aku. Selama ujian sampai hari terakhir ujian itu pikiran ku bercabang. Yap, LDK! Aku kan panitia LDK, jadi agak sibuk (eh bukan agak ding, tapi sangat!). Eum, kebetulan aku diamanahkan jadi sekretaris. Yah, kerjanya lumayan sih. Tapi, bisa nambah pengalaman juga. Oke, kembali ke hari terakhir ujian! Sepulang ujian kami langsung mengadakan rapat akbar. Besoknya, jam 7 semua panitia harus udah ngumpul di sekolah. Walaupun aku agak telat sedikit, karena ada kendala di jalan. Hari pertama alhamdulillah lancar, hari kedua juga, hari ketiga TOP! Selesai penutupan jam 17.45 wib. Aku langsung caw ke rumah. Sampe rumah jam setengah tujuh, udah maghrib! Sampe rumah aku langsung mandi, sholat, makan, sholat lagi, daaaaaaaan TEPAR! Ini yang ku tunggu-tunggu. Aku tidur sekitar 6 jam, habis tuh bangun, dan dapat sms dari teman-teman kalo hari itu ada porakel (pekan olahraga antar kelas). Aku disuruh datang untuk mengisi tim softball putri. Aiigooooooh... Capek LDK belum ngacir, capek yang lain telah menanti. Akhirnya dengan malas-malasan aku datang ke sekolah. Ternyata porakel untuk kelas XI gak dimulai hari ituuu!!! *sabar* *sabar*. Aku tanya ke panitia kapan pastinya kami main, kata mereka, "Besok..".
Besoknya *dengan cukup sabar* aku datang lagi. Di pertandingan pertama kami melawan kelas XI IPA 8, tapi berhubung mereka gak ada perwakilan, kami menang tanpa tanding. Selanjutnya, kami lawan XI IPA 2, dan alhamdulillah MENAAAANG! Bukan menang tanpa tanding ya. Kami dijadwalkan (aseeek) bertanding lagi hari berikutnya. Otomatis, aku harus datang lagi besoknya. -__- Kami lawan XI IPA 10. Alhamdulillah, gak disangka-sangka, kami menang weeeh! :D Kami akhirnya masuk ke 6 besar. Di 6 besar, kami melawan kelas X-4. Tapi kalah :( hiks. Gagal deh merebut juara 1 atau 2. Kami masih punya kesempatan untuk meraih juara tiga dengan mengalahkan kelas X-3. Dan kesempatan itu bisa kami raih! Yeeeeh.
Jadi, hasil akhirnya :
Juara I : XI SOS 2
Juara II : X-4
Juara III : XI IPA 5 (Kelaskuuuu.)
Yeeeeeeeeeee. d(^o^)b 
Sangking senengnya, aku sampe lupa kalo aku kurang istirahat semenjak LDK itu, yah. Sampe rumah, aku langsung tepaaar. Belum ada ngerasa apa-apa. Besoknya, semua tulangku macam mau patah. Buat duduk aja susah. Hahahaha.
Aku sangat capek :(

Aku Seorang Munafik (sumber: www.voa-islam.com)

Aku Seorang Munafik?

Dengarkanlah, aku sedang bertanya, dengan sangat jujur, kepada hatiku, apakah aku seorang munafik?
Aku mengakui Allah sebagai tuhanku, tapi entah sudah berapa banyak hal dan makhluk yang aku tempatkan sejajar denganNya bahkan lebih, dihatiku.
Aku mengaku muslim, namun lihatlah perhitungan rinci yang pasti aku kemukakan di depan, ketika telah sampai waktunya aku harus mengerjakan kewajibanku sebagai muslim. Bahkan sebenarnya aku adalah sudah lebih dari tahu dan sadar bahwa aturan Allah telah jelas tentang segala sesuatu dalam hidup. Namun, entah kenapa aku tetap dengan berat hati menanggalkan semua. Apalagi lah, jika bukan karena aku tak mau rugi dalam urusan dunia. Ketakutan dan kemalasan seketika menyelubungi kepala dan menjalar ke hatiku yang akhirnya akupun menghentikan arus kebaikan itu untuk menemani hari- hari itu.
Aku mengaku muslim, namun laku, tindakan, dan tutur kataku tak lebih dari menghujat, memecah belah dan merusak citra islam dan harga diriku dan saudaraku sendiri. Dan ... ajaibnya, aku tetap menganggap hal itu sebagai sebuah kebanggaan dan atau prestasi dari diriku yang akan mungkin membuahkan pahala dimata Allah. Ya robb, sudah tidak waraskah aku?
Aku mengaku muslim, namun aku tak pernah berbangga dengan identitasku ini, dan malah menghujat sesamaku yang telah mendapat rahmat Allah untuk dapat menerapkan aturan islam lebih baik dan lebih nyata dari pada aku. Entah pikiran setan apa yang menggelayuti hatiku, dan lihatlah malah kesombongan dan caci maki atas mereka yang selalu aku berikan tanpa henti.
Aku mengajarkan kebaikan namun saking sibuknya diriku dengan sebuah pengajaran, aku lupa mengajari diriku untuk mempraktekkan kebaikan itu dalam kehidupanku sendiri. Tidak ada yang tahu memang, ataupun tidak ada yang repot dengan mencampuri urusan hidupku, namun ternyata hatiku sendiri yang berprotes kepadaku dan betapapun aku mencoba lari darinya, aku tetap tidak bisa.
Aku mengakui sebuah kebaikan dan manfaat dari kejujuran. Namun diam- diam aku mengkhianati hati nuraniku dengan berbuat curang pada Allah, diriku sendiri, kepada sesamaku. Aku menyangka Allah pun hanya diam dan tanpa akan menyeruakkan aibku ini, karena ini adalah rahasiaku dengan Nya. Selanjutnya dengan bangga dan penuh kamuflase atas sebuah julukan orang alim dan jujur, aku berjalan di muka bumi, dengan tetap tenang.
Manusia lain menggelariku orang yang amanah dalam menjaga dan memenuhi titipan mereka kepadaku. Namun dibelakang mereka, amanah itu aku selewengkan dengan alasan kebutuhan dan selera duniaku. Dan jika akhirnya mereka mengetahui hal itu, maka dengarlah untaian kata- kata indah yang dengan keahlian dan kepandaianku aku rangkai dengan berbagai cara. Apalagi lah tujuannya selain agar mereka tetap mengenaliku sebagai yang terbaik.
Lihatlah betapa mulutku memang benar- benar mengekspresikan isi hatiku. Isi hati yang aku tuntun untuk menjadi munafik, namun ternyata aku tidak sekuat itu untuk memaksanya. Suara bisikan kebaikan dari Allah lewat hati nuraniku, tetap begitu kuatnya sehingga membentuk sebuah pertentangan batin yang tidak sanggup aku kuasai permainannya.
Apakah aku seorang munafik?
MasyaAllah, ternyata aku seorang munafik. Betapa banyak manusia yang menilaiku baik, namun itu sama sekali tidak mengurangi teriakan batinku yang memaki diriku karena aku sebenarnya adalah seorang munafik. Hatiku protes karena aku telah mencurangi Allah walaupun hanya dia sendiri yang mengetahuinya. Aku ternyata tidak bisa lari sama sekali dari umpatan hati nuraniku yang pasti akan jujur tentang adanya aku.
Ya robb, ampunilah hambamu yang sombong ini, yang telah berbangga hati dengan dinilai baik dan berusaha agar dinilai baik dihadapan manusia, namun sebenarnya rendah di hadapanMu. Sanggupkah hamba ketika "video" keburukanku itu nanti akhirnya akan diputar kembali dan di pergelarkan pada semua makhlukmu diakherat nanti? Sanggupkah hamba saat nanti tiada lagi ampunan darimu dan rahmat untuk hamba, untuk tertutupnya dengan rapi semua aib dan kekurangan hamba?
Ya Allah, semakin manusia menilai baik terhadap hamba, sebenarnya semakin dalam sakit yang hamba rasakan. Sakit lantaran semakin keras pula teriakan hati nurani hamba yang mengatakan bahwa hamba adalah seorang MUNAFIK, yang hanya pandai memoles jati diri dengan sejuta kebohongan, kecurangan dan dan topeng demi terlihat sempurna dihadapan manusia.
Ya Allah, ampunilah hamba... Ampunilah hambamu yang hina ini...

(Syahidah/voa-islam.com)

 How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?