Kamu bebas menentukan apapun,
bersedia untuk bersamaku atau menyerah saja.
Pilihan terbuka sebesar-besarnya, kamu hanya perlu memilih sebaik-baiknya.
Aku sudah tidak takut pada perasaan luka dan kecewa. Tak peduli seberapa parah, tak peduli seberapa lama. Nanti perasaan itu akan pulih dengan caranya sendiri.
Kehilangan, ditinggalkan, memutuskan untuk pergi, adalah hal-hal yang mengajarkanku bahwa pada akhirnya aku akan menjalaninya sendiri.
Kamu pun.
Kita perlu untuk memikirkan kebahagiaan kita.
Bersama, ataupun sendiri-sendiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Kunantikan Kau Dibatas Waktu (Oleh: Winni Septi Fanny Yasrin) Kalau memang kau pilihkan aku Tunggu sampai aku datang Nanti kubawa kau per...
-
Aku tersadar di hari itu. Hari ketika aku menerima hasil belajar ku selama satu semester. Awalnya aku tidak berharap banyak. Aku sadar bagai...
-
Pernahkah kalian melihat suatu tempat yang saaaaangaaaaaaaat indah, dan kalian ingin pergi kesana? Aku punya beberapa tempat yang sangat in...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar