Mungkin, kehilangan banyak semangat hidup bisa membuat cemas hilang juga. Sudah habis diriku diambil kesedihan, sehingga cemas tak punya tempat lagi.
Akhir-akhir ini, aku jarang merasa cemas dengan hal-hal yang dulu sering kucemasin. Misal, pulang malem dan naik angkot sendiri, atau dibonceng naik motor sama driver gojek, naik pesawat, hape mati pas lagi diluar rumah. Beberapa saat ini, aku tidak begitu atau bahkan sama sekali tidak cemas saat dihadapkan dengan kondisi-kondisi diatas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
"Kak, ayok sholat." "Kak, sini baca Al-qur'an sama Papa." "Jangan tidur nanti di sekolah ya, Kak." ...
-
"When I first saw you, I didn't expect your name would be Winni. I expected something like Muhammad or Abdul," "Tho...
-
Ketertarikanmu dan ketakutanku. Akan satu hal yang sama. Pesawat. Mungkin ini yang membuat kita dekat. Mengesampingkan bahwa mun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar