Ini masih tentang kuliah.
Ada seorang teman yang sering memarahiku karena terlalu bodoh untuk tidak melawan ketika dihadapkan dengan situasi seperti yang kemarin-kemarin itu. Terakhir aku mengabarkannya bahwa aku mengikuti ujian ulang. Dia sangat mendukung. Aku baru mengabarinya lagi hari ini. Dua kabar itu.
Dia tidak banyak berkomentar. Hanya mengetik dan mengirim beberapa kalimat ini :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Harapan yang kau sudah menyerah terhadapnya, beri saja kepadaku. Akan kusimpan. Jika kelak kita ditakdirkan bersama, mau kan kau memperj...
-
Ketertarikanmu dan ketakutanku. Akan satu hal yang sama. Pesawat. Mungkin ini yang membuat kita dekat. Mengesampingkan bahwa mun...
-
Kebebasan berekspresi memang benar-benar ada di negara ini. Hal tersebut bukan cuma dalam lingkup "politik" saja, tapi dala...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar