Ini masih tentang kuliah.
Ada seorang teman yang sering memarahiku karena terlalu bodoh untuk tidak melawan ketika dihadapkan dengan situasi seperti yang kemarin-kemarin itu. Terakhir aku mengabarkannya bahwa aku mengikuti ujian ulang. Dia sangat mendukung. Aku baru mengabarinya lagi hari ini. Dua kabar itu.
Dia tidak banyak berkomentar. Hanya mengetik dan mengirim beberapa kalimat ini :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Somebody is going to sit on that empty chair to cheer an empty heart Bryan Concert Hall, TTU 29 Oktober 2016
-
Yeay! Alhamdulillah, e-mail dari Washington DC kemaren buat bahagia. Tapi ini baru awal, karena sebelum benar-benar memulai petualang...
-
Aku ingin lompat. Aku ingin teriak. Aku ingin tertawa. Aku ingin senyum. Tuhan, Inikah yang dinamakan cinta? Jika ia, apa yang harus ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar