Ini masih tentang kuliah.
Ada seorang teman yang sering memarahiku karena terlalu bodoh untuk tidak melawan ketika dihadapkan dengan situasi seperti yang kemarin-kemarin itu. Terakhir aku mengabarkannya bahwa aku mengikuti ujian ulang. Dia sangat mendukung. Aku baru mengabarinya lagi hari ini. Dua kabar itu.
Dia tidak banyak berkomentar. Hanya mengetik dan mengirim beberapa kalimat ini :
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
"Sendiri menatap langit malam, aku melihat bintang berekor. Meskipun dia hanya muncul lalu menghilang dalam sekejap. Saat aku memikirka...
-
selamat kurang tahun. hati-hati, jatahmu udah berkurang satu. semoga dosa gak kian nambah. banyak-banyak bersyukur sudah sampai seperti ...
-
"Mau ambil jurusan apa nanti, Fan?" Pertanyaan sederhana tapi kadang-kadang aku bingung mau jawab apa.. Kalo untuk SMA ini, aku ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar