Semenjak satu kalimat itu, kau berubah.
Kau ingin menjadi orang lain yang sebenarnya tak sesuai dengan kepribadianmu.
Kau semakin jauh dan terlihat cuek.
Apa itu perasaan ku saja?
Entahlah.
Tapi aku juga tak berhak apapun atas dirimu.
Aku tau itu.
Tapi kesalahanmu juga memberikan harapan itu.
Dan kesalahanku juga tak bisa menerka sebelumnya
Bahwa kau tak hanya memberi senyum manis itu padaku.
Masih banyak pelangi hari mu ternyata di luar sana.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Yeay! Alhamdulillah, e-mail dari Washington DC kemaren buat bahagia. Tapi ini baru awal, karena sebelum benar-benar memulai petualang...
-
Rindu Bawa aku kembali ke masa itu Dimana perjumpaan tidak mengutamakan update -an Dimana kami saling memandangi wajah satu sama lain B...
-
untuk apa seperti itu? masuk secara illegal dan sesuka nya sama yang disebut "pendatang baru". pertanyaan bodoh, ya tentu saja ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar