Kemarin hapeku kelindes mobil. Masih utuh bodynya, tapi LCD nya udah rusak parah. Masih bisa bunyi kalau ditelfon atau ada notifikasi masuk, tapi gak nampak apa-apa.
Ingin menangis rasanya.
Hapenya memang gak mahal, tapi itu hape pertama yang aku beli pakai uang sendiri, hasil tabungan ngajar selama berbulan-bulan. Dan selama 9 bulan ini, semua data di hape itu gak pernah aku pindahin ke kartu memori. Foto, catatan, chat, semuanya di memori internal. Mau dipindahin ke laptop, hapenya gak bisa dihubungkan langsung ke laptop, harus diatur dulu. Ya bagaimana mau ngatur kalo udah hitam semua layarnya. Sungguh sakti kalo aku bisa nebak dimana posisi menu dan pilihannya.
Hape bisa dibeli lagi, tapi foto-foto di dalamnya itu gak akan bisa kudapat lagi,
MO NANGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIS T.T
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Untuk hal-hal yang kita inginkan tapi masih belum dikasih Allah, coba kita lihat orang-orang di sekitar kita yang perjuangan mereka untuk hi...
-
Ini bukan tentang siapa yang lebih terluka, aku tahu kita sama-sama sedih atas apa yang telah terjadi. Juga bukan tentang siapa yang memberi...
-
Aku sudah pernah merasakan kehilangan yang begitu luar biasa dalam hidup ini, ditinggalkan selamanya oleh seseorang yang sangat kucintai. ...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus