Padahal mereka sudah mengerti kamu, padahal mereka sudah mendengarkan ceritamu dengan sangat antusias, padahal mereka cuma ingin didengarkan juga.
Tidak peduli seberapa bedanya kamu dan mereka.
Belajarlah untuk tidak egois.
People always remember how you forget them, how you ignore them, how you just can't understand them.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
So I had a shift today in lovely AMCOR. Pas lagi nyusun-nyusun buku, ada yang nanya tentang program-program AMCOR yang emang tertulis di pa...
-
Harapan yang kau sudah menyerah terhadapnya, beri saja kepadaku. Akan kusimpan. Jika kelak kita ditakdirkan bersama, mau kan kau memperj...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar