Padahal mereka sudah mengerti kamu, padahal mereka sudah mendengarkan ceritamu dengan sangat antusias, padahal mereka cuma ingin didengarkan juga.
Tidak peduli seberapa bedanya kamu dan mereka.
Belajarlah untuk tidak egois.
People always remember how you forget them, how you ignore them, how you just can't understand them.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
"Kak, ayok sholat." "Kak, sini baca Al-qur'an sama Papa." "Jangan tidur nanti di sekolah ya, Kak." ...
-
"When I first saw you, I didn't expect your name would be Winni. I expected something like Muhammad or Abdul," "Tho...
-
Ketertarikanmu dan ketakutanku. Akan satu hal yang sama. Pesawat. Mungkin ini yang membuat kita dekat. Mengesampingkan bahwa mun...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar