Tuhan menciptakan kita dengan 1 mulut dan 2 telinga itu, maksudnya supaya kita lebih banyak mendengar daripada berceloteh.
Aku cenderung menganggap diriku ini pendengar yang budiman. Entah sudah berapa lama, dan aku mulai muak.
Rasanya itu, sakit sekali saat kita mulai berbicara, menggebu-gebu pulak, dan direspon dengan flat. Datar.
Aku jadi pengen terjun ke Ngarai Sianok.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Udah hampir 3 bulan disini, aku baru sempat jalan-jalan ke pusat kota nya Cookeville. Ini pun dadakan. Gara-gara hari ini kami selesai lebi...
-
Kadang, terhadap beberapa orang, kita harus membuat beberapa jarak. Bukan karena mereka kurang baik, atau terlalu baik. Bukan di mereka m...
-
8/23, 12:36pm Kau kenapa woy? Rindu samaku? :p 8/23, 12:51pm rindu masa2 dimana kita tertawa dan riang. rindu dimana kita tidak t...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar