Aku ingin lompat.
Aku ingin teriak.
Aku ingin tertawa.
Aku ingin senyum.
Tuhan,
Inikah yang dinamakan cinta?
Jika ia, apa yang harus saya lakukan?
Saya ingin dia tetap di sini.
Di hati saya.
Tapi saya juga tidak ingin ini mengganggu.
Saya tak ingin terlalu jauh.
Sebab saya tak ingin memiliki apa yang belum jadi hak saya.
Tuhan,
Yang saya tahu, cinta itu menyenangkan.
Jangan biarkan saya merasa galau karenanya.
Saya ingin, ini hanya sekedar hiasan.
Hiasan cerita anak SMA.
Tuhan,
Tolong jangan tumbuhkan rasa cemburu saya padanya.
Saya sungguh tak ingin galau karenanya.
Saya hanya ingin sekedar mencintainya dalam diam saya.
Bahkan mungkin, hanya menyukainya.
Bukan mencintainya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How do you write a love letter to a place? To a time? To bittersweetness?
-
Somebody is going to sit on that empty chair to cheer an empty heart Bryan Concert Hall, TTU 29 Oktober 2016
-
Eun Suh : Oppa, di kehidupan mendatang, kau mau jadi apa? Joon Suh : Kalau kau? Eun Suh : Aku pikir dulu... Aku mau jadi sebatang pohon....
-
Yeay! Alhamdulillah, e-mail dari Washington DC kemaren buat bahagia. Tapi ini baru awal, karena sebelum benar-benar memulai petualang...
Cinta itu memang membingungkan. Galau, sedih, senang, bingung. Begitu dahsyatnya CINTA.
BalasHapusAku tunggu kunjungan baliknya, ya. follow balik, ya! :)
oke, makasih udah follow ya :) salam kenal.
BalasHapus